Talent Based Coaching, Cara Menjadi Coach yang Berbeda

expert-in-character-building

 

JAKARTA – Albert Einstein mengatakan bahwa semua orang itu dilahirkan cerdas. Tetapi kalau kita melihat seekor ikan, apakah dia mampu naik pohon? Maka selamanya kita akan menganggap ikan itu bodoh.

“Begitu juga manusia memiliki talent masing-masing. Ada yang memiliki talent intelektual. Talentnya mencapai atau achiever. Talentnya adalah analytic. Ada yang talentnya adalah visioner dan seterusnya,” ucap CEO ESQ Group.

Oleh sebab itu, Training ESQ Talent Based Coaching membantu kita untuk menemukan talent atau impian dengan cara kita sendiri. Para peserta training yang hadir terdiri dari Top Leaders, Managers, Talent People dan lainnya.

Pelatihan tersebut dilaksanakan via daring selama dua hari (25-26/7/2020). Para peserta akan mengenal hingga berlatih bagaimana melakukan praktik coaching yang tepat.

Diberikan pengetahuan untuk mengenal 34 talent, dengan mengacu atau fokus pada bakat unik tiap individu.

Dipandu langsung oleh DR. (H.C) Ary Ginanjar Agustian sang Master Coach. Kemudian ada Coach Risman dan Coach Eka.

Mereka menyampaikan modul dengan menggunakan kombinasi berbagai metode yang sesuai dengan proses pembelajaran orang dewasa (adult learning process), antara lain: Interactive lecture, Group activity & sharing, Appropriate video clip, Reflective sharing, and Coaching Practicum.

BACA JUGA  Character Building Training untuk Aparat Sipil Negara Kabupaten Buru di Juni 2019

Tujuannya, supaya bisa menyelesaikan semua persoalan dalam hidup. Dengan cara pendekatan coaching. Sehingga menjalani hidup lebih baik dan bermakna.

Selama ini, pendekatan coaching terlalu fokus pada kekurangan dan cara menutupi hal itu.

Padahal metode ini akan sangat efektif jika seorang coach mampu fokus pada kelebihan dan memanfaatkan itu menjadi kekuatan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
Pagi! Ada yang bisa Kami bantu?