Bagaimana Cara Tepat Agar Bisa Survive di Era Vuca

By Mei 26, 2017 Februari 12th, 2019 Achievement, Artikel, Ary Ginanjar Agustian, Character
VUCA,-Apa-Itu-VUCA,-Tulisan-Ary-Ginanjar,-Nasihat-Ary-Ginanjar,-Motivasi-Ary-Ginanjar
expert-in-character-building

Bagaimana cara tepat agar bisa survive di ERA VUCA ? Seperti yang belakangan ini terjadi ketika sebuah perusahaan taksi yang sudah lama berkiprah di ranah transportasi berdemo karena merasa tersaingi dengan kehadiran aplikasi transportasi online. Atau seperti tempat perbelanjaan retail yang kalah saing dengan online shopping yang sedang marak belaangan ini. Tak bisa dipungkiri, di era maju dan serba cepat seperti sekarang ini, individu-individu modern menginginkan sesuatu yang serba cepat dan praktis.

Itulah yang menjadi hal sengit di dunia bisnis. Setiap perusahaan seakan berlomba-lomba menciptakan sebuah bisnis yang sekiranya bisa memudahkan individu dalam mencukupi kebutuhan. Fenomena ini disebut juga dengan

ERA VUCA.

VUCA merupakan singkatan dari VOLATILITY, atau radical unexpected change yang didefinisikan sebagi perubahan yang sangat cepat. UNCERTAINTY yang artinya kurangnya kecepatan kita untuk memprediksikan segala sesuatu peristiwa atau isu yang terjadi, COMPLEXITY situation yang diartikan adanya gangguan yang akan dihadapi oleh suatu organisasi dan AMBIGUITY, keadaan dimana antara realitas dengan makna-makna bauran dari berbagai kondisi yang ada , semua serba ambigu karena tidak memiliki batasan yang jelas dan bahkan tidak terlihat.

Beberapa perusahaan banyak yang bangkrut akibat adanya fenomena ini, Dan beberapa perusahaan lagi juga sedang berusaha untuk tetap bertahan menyesuaikan VUCA tersebut. Fenomena VUCA wajib diketahui dan dipahami oleh pemimpin perusahaan saat ini. VUCA tak hanya berpengaruh terhadap bisnis saja, namun juga kepada individu-individu yang terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut. Perusahaan harus mempersiapkan setiap individu yang ada di dalam perusahaannya untuk siap menghadapi fenomena Era VUCA. Mempersiapkan pemimpin yang dapat membaca tren agar tak kalah digilas jaman, dan mempersiapkan para pegawainya agar siap menerima perubahan yang sangat amat cepat.

BACA JUGA  Pintar Namun Malu Presentasi Di Kelas, Saatnya Belajar Public Speaking

Semua dilakukan untuk keberlangsungan hidup orang banyak. Tidak bisa tidak, perusahaan modern yang mau bertahan di era globalisasi super maju saat ini mau tidak mau harus memiliki Sumber Daya Manusia yang “Super Agile”, yaitu mereka yang memiliki 5 ciri sebagai berikut :

1. People Agility

yaitu SDM mampu kerjasama dengan siapapun. Setiap SDM diharapkan mempunyai kemampuan untuk membangun kerjasama yang baik antar individu lainnya. Dengan mampu bekerja sama dengan siapun, pekerjaan akan jauh lebih efektif. Seperti yang dikatakan oleh Michael Jordan “Talent wins games, but teamwork and intelligence win championships.”

2.Change Agility

yaitu SDM yang mampu beradaptasi dengan perubahan se-ekstrim apapun. Ini juga menjadi salah satu ciri SDM yang termasuk dalam kategori “SUPER AGILE”. Di era maju seperti sekarang, perusahaan membutuhkan para pekerja yang mempu menerima perubahan secara cepat dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

3. Result Agility

yaitu SDM yang mampu tetap berprestasi dan menghasilkan dalam kondisi apapun. Karena terkadang, dengan kemajuan jaman yang semakin canggih dan keterbatasan yang dipunya oleh individu, membuat individu itu down karena merasa tak mampu mengikuti perubahan. Yang diperlukan untuk bisa bertahan di era VUCA ini adalah orang-orang yang mampu menghasilkan sesuatu dalam kondisi yang tak memungkinkan. Karena pada dasarnya, manusia bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat tertekan dan merasa tercancam.

BACA JUGA  Ternyata Banyak Orang Yang Belum Tahu Perbedaan "BOSS & LEADER

4.Mental Agility

yaitu SDM yang mampu bertahan dalam tekanan mental apapun. Ya, Mental Agility juga sangat diperlukan dalam bekerja. Seperti yang kita tahu, banyak atasan atau bahkan rekan kerja kita yang mempunyai sikap atau sikap yang kurang baik, yang berujung pada kemalasan bekerja. Sangat diperlukan SDM yang mempu bertahan dengan lingkungan yang berisi orang dengan mental emosi yang berbeda-beda.

5.Learning Agility

yaitu mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat. Learning Agility pun menjadi sesuatu yang WAJIN dimiliki agar mampu bertahan di era VUCA ini. Individu yang mau belajar dan memahami hal-hal baru dengan cepat yang akan mempercepat kerja mereka juga. Era baru menuntut kecepatan dan ketepatan kerja. Sikap “Learning Agility” lah yang banyak diperlukan oleh perusahaan-perusahaan agar mampu bertahan.

Kelima hal di atas lah yang akan melahirkan SDM yang memiliki ketahanan mental, dan siap mengalami perubahan radikal dan tekanan ekstrim.

Namun, apa itu semua sudah cukup membuat Anda bertahan di era VUCA?

Tunggu dulu, itu semua masih tidak cukup. Karena menurut Sun Tzu, “Pertahanan yang baik adalah menyerang”.

BACA JUGA  7 Tips Agar Tetap Bahagia Saat Mudik Dengan Kendaraan Pribadi

Apa artinya? Ya…artinya SDM harus mampu berfikir maju ke depan, dan otak harus bisa terkoneksi pada dimensi “Quantum Field” di mana kecerdasannya itu tidak lagi terbatas pada linear ( IQ) atau circular (EQ), namun vertical.

SDM ini tidak lagi dibatasi lagi oleh belenggu-belunggu ataupun tradisi apapun. Kini, menunggu taksi tak harus di pinggir jalan, belanja tak perlu lagi ke supermarket atau mall. Saat ini yang kita butuhkan adalah pikiran yang murni, dan perasaan yang bebas merdeka untuk melakukan inovasi & kreasi apapun ( SQ ). Kombinasi dari tiga kecerdasan ini akan melahirkan sebuah Meta Kecerdasan. Meta kecerdasan di era ini lah yang pada akhirnya sudah terbukti terbukti melahirkan FB, Google, Bukalapak.com, alibaba.com atau Gojek.

Bahkan, dalam keadaan otak quantum, banyak penemu yang pada akhirnya menghasilkan sebuah karya yang luar biasa, sebuah penemuan mutakhir seperti Hukum Archimedes, hukum Gravitasi, hukum relativitas Einstein yang berguna untuk kemajuan jaman.

Sahabat ESQ bisa perhatikan, ada fenomena yang sama meskipun berbeda zaman. Fenomena saat jaman Einstein menemukan hukum relativitas dan pada saat Mark Zuckerberg menciptakan Facebook. Semua mereka temukan untuk kemajuan jaman yang akan memudahkan kehidupan manusia.

Apa yang membuat mereka bisa menemukan “SESUATU” yang dampaknya bisa dirasakan oleh banyak orang di muka bumi ini?

Penasaran ?

ESQ Exclusive Quantum Excellence, Training, training motivasi sukses

Anda Ingin segera meraih pencapaian tertinggi dalam hidup Anda?
Dapatkan 30 Video Motivasi Gratis dari ESQ 165 melalui email Anda



Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

id_ID
en_GB ms_MY id_ID
Open chat
1
Pagi! Ada yang bisa Kami bantu?
Powered by