300 Peserta di Next Chapter Jadi “Mahasiswa S2”

expert-in-character-building

 JAKARTA – Training Next Chapter dilaksanakan selama 2 hari pada Sabtu dan Minggu (3-4/10/2020) via online. Peserta bisa berinteraksi langsung dengan Tokoh Pembangunan Karakter, Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian. 

Di awal acara, Iman Herdimansyah dan Eka Chandra (trainer ESQ) memberikan quiz dadakan berupa 10 pertanyaan kepada sekitar 330 peserta dari Malaysia, Herbalife, BBKPM Bandung serta umum yang mayoritas alumni ESQ. Quiz tersebut bertujuan untuk me-recharge para peserta tentang materi training yang sudah mereka dapatkan sebelumnya. 

Tulisan sudah bagus tinggal kalau bisa ditambah sedikir keterangan sebelum alinea tentang S2:

Training Next Chapter adalah Training ESQ Tingkat 2. Training yang merupakan lanjutan New Chapter ini diibaratkan oleh Iman seperti kuliah S2.

“Terimakasih bagi yang sudah menjawab dengan benar, bagi yang jawabannya salah recharge kembali di ESQ Digiworld atau training setiap bulan bersama saya,” kata Ary sambil tersenyum dari Studio lantai 23 Menara 165.

Ary menerangkan kembali ilmu ESQ yang membuat kita merasakan 3K dalam hidup, yaitu Kebahagiaan (fitrah atau Ihsan), Ketenangan (rukun Iman), dan Keberhasilan (rukun Islam). 

BACA JUGA  Pelatihan Sertifikasi Coaching ESQ 3.0 : PT Pupuk Kaltim Bontang

“Sumber kebahagiaan ada di dalam fitrah setiap manusia yaitu Ihsan. Kemudian untuk mendapatkan ketenangan dalam hidup kita harus memiliki shockbreaker yang kuat dengan 6 Rukun Iman. Sedangkan untuk mendapatkan keberhasilan pegang 5 kunci Rukun Islam,” jelas CEO ESQ Group.

Iman dan Eka melakukan sebuah permainan kembali agar para peserta lebih paham dengan materi yang disampaikan oleh Gurunda Ary Ginanjar. ESQNews.id meninjau dari zoom meeting, para peserta sangat antusias dengan permainannya. 

“Kalian sebagai Mahasiswa S2 di training ESQ lanjutan ini harus banyak menulis, action, melakukan riset dari narasumber. Nah kira-kira apa yang kalian dapatkan dari permainan tadi?” tanya Coach Iman. 

Salah seorang peserta bernama Tricya Yolanda mengatakan bahwa saat bermain dia serta tim tidak fokus dengan instruksi awal yang dibacakan oleh kedua trainer. Mereka hanya fokus bermain alat musik dengan bergantian. 

“Kita gagal fokus dan melupakan tugas utama kita,” jawabnya. 

Coach Iman menjelaskan bahwa dalam hidup kita memiliki berbagai peran di setiap aktivitas. Namun perlu diingat kembali bahwa kita juga mempunyai tugas dan tujuan hidup yang lebih utama yaitu sebagai seorang Hamba, bertugas untuk mengabdi kepada sang Pencipta.

BACA JUGA  Metode ESQ di Program Diklat Calon Hakim Terpadu Mahkamah Agung Republik Indonesia - Agustus 2019

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
Pagi! Ada yang bisa Kami bantu?