Skip to main content

Mahkamah Agung Gandeng ESQ dalam Peningkatan Budaya Kerja

expert-in-character-building

JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) menyelenggarakan seminar virtual bertema Budaya Kerja dan Implementasi Tata Nilai Mahkamah Agung pada Jumat (28/8/20) yang dimulai pukul 08.00 pagi. 

Seminar dihadiri Wakil Ketua MA RI bidang non Yudisial, Dr. H. Sunarto, SH., MH., Sekretaris MA RI Achmad Setyo Pudjoharsoyo, SH., M.Hum, dan President ESQ Group Dr. HC. Ary Ginanjar Agustian.
Acara ini diikuti sekitar 490 peserta Dirjen, Panitera, Hakim Agung dan jajaran eselon lainnya.

Sekretaris MA RI Achmad Setyo Pudjoharsoyo memaparkan tujuan diselenggarakan acara ini untuk meningkatkan kualitas kinerja organisasi dan membentuk SDM aparatur guna mewujudkan visi Mahkamah Agung. 
Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan pengukuran kesehatan kerja organisasi MA yang bekerja sama dengan ACT Consulting / ESQ yang telah dilakukan pada masa pandemi selama hampir selama 3 bulan atau 60 hari kerja. Dengan jumlah responden sebanyak 29.265.

Hal ini dilakukan dalam upaya mendukung terwujudnya Badan Peradilan Indonesia yang agung, meningkatkan budaya kerja dan mengimplementasikan nilai-nilai yang menjadi fondasi MA. 

BACA JUGA  Jiwa Korsa 500 Pegawai ANRI di Era New Normal

Wakil Ketua MA bidang non Yudisial Sunarto membuka acara sekaligus memberikan sambutan. Sunarto berharap terjadinya peningkatan pelayanan Mahkamah Agung, “MA harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat pada umumnya.” 

Ada 8 Nilai Utama di MA, yang dilandasi oleh Dharmmayukti sebagai pondasi MA. Dengan visi besar yaitu terwujudnya badan peradilan Indonesia yang Agung.

Demi membantu wujudkan visi besar dari Mahkamah Agung tersebut, Dr. HC. Ary Ginanjar Agustian sebagai founder ACT Consulting menjadi mitra dalam mengukur kesehatan organisasi dan implementasi tata nilai MA sekaligus narasumber dalam seminar ini.

“Sebuah Amanah besar yang memimpin organisasi di Mahkamah Agung. Saya coba memotret dan menyampaikan apa yang kami liat, dengar, dan rasakan. Sebagai sebuah gambaran dibandingkan dengan Yang Mulia jelaskan. Agar semakin jelas untuk melakukan intervensi,” jelas Founder ACT Consulting ESQ Group kepada ratusan eselon.

Ia coba mengilustrasikan, bahwa MA ibaratkan sebuah tubuh. Yang harus diukur berat badannya, asam urat, gula darah, dan lainnya. Apakah boleh mengkonsumsi bakso, sate, nasi goreng, dan semacamnya?
Supaya apa? Bisa terukur jelas semuanya setelah di ‘cek’. Dan mengambil langkah strategi dalam budaya kerja secara efektif dan efisien secara bersamaan.

BACA JUGA  New Chapter, Ubah CC Jiwa dan Shock Breaker Mental Kita

Ary Ginanjar mengapresiasi langkah MA yang membuat terobosan melakukan pengukuran kesehatan organisasi demi meraih visi dan pelayanan terbaik bagi bangsa dan negara serta rakyat Indonesia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.