Skip to main content

200 Peserta Menyimak Webinar, Tentang Pentingnya Membangun Budaya Integritas di Malaysia

expert-in-character-building

JAKARTA – ACT Consulting Malaysia mengadakan sebuah event secara daring pada Selasa (1/9/2020), dalam rangka membina budaya integritas di setiap perusahaan atau instansi. Menghadirkan para narasumber di antaranya:

1.  Tan Sri Abu Kassim Mohamed (Ketua Pengarah, Pusat Governans, Integriti & Anti-Rasuah Nasional ACT and Implementation)

2. Raja Azmi Raja Nazuddin (Mantan Ketua Pegawai Eksekutif Kumpulan & Ketua Pegawai Keuangan, Malaysia Airports Holdings Berhad Need of Integrity in Business)

3. Dr. HC. Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting International Corporate Sustainability)

Di awal acara, para peserta disambut langsung oleh Muhammad Razib selaku Director ACT Consulting di Malaysia. Dalam zoom meeting, ia terlihat sangat bahagia bisa berkumpul dengan kurang lebih 200 orang dari berbagai perusahaan.

Webinar itu dilanjutkan dengan paparan dari Tan Sri Abu Kassim Mohamed. Ia menjelaskan tentang pentingnya integritas di dalam perusahaan maupun diri sendiri.

“Ijinkan saya berkongsi, bahwa banyak syarikat besar yang risau atau gagal dengan segala permasalahan yang dialami. Terutama dari segi nilai budaya integritasnya. Oleh karena itu, pihak-pihak syarikat harus memegang teguh nilai integritas. Setiap syarikat harus punya educate dan prosedurnya agar tidak mengalami kerugian,” ucapnya.

Pernyataan itu dibenarkan oleh Raja Azmi, ia mengatakan bahwa integritas harus dipegang teguh oleh perusahaan, khususnya para pimpinan perusahaan. Karena baginya, setiap manusia yang memiliki integritas itu adalah orang yang mempunyai keyakinan bahwa Tuhan selalu melihat perbuatan makhluk-Nya.

BACA JUGA  Kampus Bertransisi, Ary Ginanjar: Ini yang Namanya Merdeka Belajar

“Bisa saya simpulkan bahwa integritas adalah amalan tentang bersikap jujur dan konsistensi. Tanpa adanya kompromi dalam diri. Jika kita berpegang teguh pada integritas dan ihsan kita, maka kita punya keyakinan bahwa besar atau kecil persimpangan yang kita lakukan dilihat oleh Tuhan. Sebagai tanda pertanggungjawaban kita,” tuturnya.

Meninjau dari acara, bahwa perbincangan budaya integritas ini semakin kompleks. Ary Ginanjar yang turut hadir dalam webinar tersebut, menjelaskan tentang kondisi jaman sekarang.

“Kita hidup di jaman low trust society. Bahkan ada ISO 37001 (sistem manajemen anti penyuapan) yang dibuat khusus untuk nilai integrity. Dan kita hidup di jaman yang perlawanannya sangat ketat. Maka tengok 3 circle atau kecerdasan sebagai bekal kita semua yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ),” kata Ary.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.