Kasus Murid Aniaya Guru dan Cerminan Didikan dari Orang Tua 

By Mac 13, 2018 #!30Sel, 09 Apr 2019 14:21:36 +0700p3630#30Sel, 09 Apr 2019 14:21:36 +0700p-2Asia/Jakarta3030Asia/Jakartax30 09pm30pm-30Sel, 09 Apr 2019 14:21:36 +0700p2Asia/Jakarta3030Asia/Jakartax302019Sel, 09 Apr 2019 14:21:36 +0700212214pmSelasa=672#!30Sel, 09 Apr 2019 14:21:36 +0700pAsia/Jakarta4#April 9th, 2019#!30Sel, 09 Apr 2019 14:21:36 +0700p3630#/30Sel, 09 Apr 2019 14:21:36 +0700p-2Asia/Jakarta3030Asia/Jakartax30#!30Sel, 09 Apr 2019 14:21:36 +0700pAsia/Jakarta4# Artikel, Character, Great Family Series, Parenting
Kasus Murid Aniaya Guru
expert-in-character-building

Potret pendidikan di Indonesia kembali tercoreng. Penyebabnya lagi-lagi karena siswa yang menganiaya gurunya sendiri. Kasus tersebut terjadi di SMP Darussalam Pontianak Timur. Bagaimana Kasus Murid Aniaya Guru dan Cerminan Didikan dari Orang Tua

Kejadian ini bermula saat siswa ditegur oleh gurunya karena bermain ponsel di kelas saat jam pelajaran berlangsung. Merasa tak terima, murid kelas VII ini pun langsung melempar wajah gurunya dengan gadget tersebut.

Tak cuma itu, ia juga memukul sang guru menggunakan kursi plastik. Akibatnya, staff pengajar ini mengalami cedera di bagian bawah telinga.

Ayah dan Bunda, sadarkah Anda kalau kejadian ini merupakan alarm pengingat untuk kita sebagai orang tua.

Sudah betulkah kita dalam mendidik, membimbing, dan menanamkan nilai luhur kepada anak-anak?
Sebab, untuk menciptakan generasi emas dan berkarakter unggul bukan cuma tugas guru di sekolah.

Orang tua bahkan memainkan peran yang paling penting untuk membentuk karakter anak. Perilaku anak merupakan cerminan dari didikan kita selama ini.

Mungkin Ayah dan Bunda pernah mendengar beberapa penggalan puisi “Children Learn What They Live” karya Dorothy Law Nolte, Ph.D berikut ini

BACA JUGA  Waktunya Membersihkan Pikiran

Menyikapi Kasus Murid Aniaya Guru dan Cerminan Didikan dari Orang Tua 


Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan persahabat dan kasih sayang, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Yuk, mulai belajar mendidik anak dengan cara yang tepat. Dengan begitu, anak bisa menjadi pribadi yang berkarakter positif, unggul, sukses, mandiri, dan bahagia.

Ketahui caranya dengan mengikuti Training ESQ Parenting di Menara 165 pada 25 Maret 2018.

Jika berminat dan ingin info detail seputar training ini, silakan katakan “TERTARIK” di kolom komentar. Tim ESQ akan segera membantu.

Salam Keluarga Bahagia

 

Dapatkan 27 Video Inspirasi Gratis dari DR. H. C. Ary Ginanjar Agustian melalui email Anda

 

Anda Ingin segera meraih pencapaian tertinggi dalam hidup Anda?
Dapatkan 30 Video Motivasi Gratis dari ESQ 165 melalui email Anda



Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ms_MY
id_ID en_GB ms_MY
Open chat
1
Pagi! Ada yang bisa Kami bantu?
Powered by