Ary Ginanjar : Gaya Memimpin di Era Vuca

By July 6, 2017 #!28Fri, 08 Feb 2019 15:24:27 +0700p2728#28Fri, 08 Feb 2019 15:24:27 +0700p-3Asia/Jakarta2828Asia/Jakartax28 08pm28pm-28Fri, 08 Feb 2019 15:24:27 +0700p3Asia/Jakarta2828Asia/Jakartax282019Fri, 08 Feb 2019 15:24:27 +0700243242pmFriday=9#!28Fri, 08 Feb 2019 15:24:27 +0700pAsia/Jakarta2#February 8th, 2019#!28Fri, 08 Feb 2019 15:24:27 +0700p2728#/28Fri, 08 Feb 2019 15:24:27 +0700p-3Asia/Jakarta2828Asia/Jakartax28#!28Fri, 08 Feb 2019 15:24:27 +0700pAsia/Jakarta2# Achievement, Artikel, Ary Ginanjar Agustian
Ary-Ginanjar,-Gaya-Memimpin-Di-Era-Vuca,-Tips-Leadership
expert-in-character-building

Akhir-akhir ini, ada istilah baru yang sering lalu lalang di sosial media kita. Istilah yang membuat kita bertanya-tanya, apa maksud istilah tersebut. VUCA merupakan sebuah era dimana terjadinya perubahan yang sangat cepat. Perubahan yang bisa membuat kekacauan pada satu sistem, jika orang-orang yang menjalankan sistem tersebut tidak berinovasi lebih kreatif. Era VUCA akan menumbangkan orang, badan, kelompok ataupun sistem yang tak siap dengan perubahan yang cepat.

Era VUCA ini sangat perlu kita pahami baik-baik. Apalagi untuk Anda para leader. Para pemimpin yang memimpin sebuah perusahaan yang di dalamnya terdapat banyak karyawan. Pemimpin harus pintar-pintar membaca dan menganalisa perubahan apa yang terjadi dalam perusahaannya, dan bagaimana ia bisa memenej perusahaannya agar bisa berinovasi dengan ide kreatif untuk keberlangsungan perusahaan.

Pada era ini, tidak dibutuhkan lagi pemimpin-pemimpin yang hanya suka memerintah atau bisa dibilang “bossy”. Gaya memimpin bossy hanya akan memperkeruh keadaan dan membuat para karyawan yang kebanyakan lahir di era Gen Y dan milenial tidak nyaman dengan gaya kepemimpinan bossy.

BACA JUGA  Kisah Masa Muda Dr. Ary Ginanjar Agustian

Perusahaan yang mempunyai banyak karyawan muda akan merasa terbebani dengan gaya kepemimpinan konservatif tersebut. Para karyawan ini menuntut boss nya tidak hanya pintar memerintah, namun juga berpikiran terbuka yang pada akhirnya mengerti apa keluh kesah yang dialami oleh karyawannya.

Era VUCA membutuhkan seorang pemimpin yang open minded. Tidak hanya sekedar menyuruh namun membimbing. Tidak asal tunjuk perintah sana-sini, tetapi juga mengerti kendala apa yang terjadi pada karyawannya sehari-hari.

Untuk itu, seorang pemimpin di era VUCA harus mempunyai kemampuan coaching yang baik. Agar, para karyawan di bawahnya tidak merasa disuruh, namun diarahkan untuk bisa bekerja sama dengan baik. Coaching merupakan salah satu bentuk bagian dari usaha pemimpin untuk terus berinovasi dan menyelaraskan diri dengan era serba cepat ini.

Pemimpin-pemimpin yang mempunyai kemampuan coaching yang baik turut membantu perusahaan dalam menghadapi era VUCA yang keadaannya serba tidak jelas. Saya dan rekan-rekan di ESQ juga sedang berjuang untuk bisa bertahan di Era VUCA. Untuk itu, kami terus melakukan inovasi, agar tetap bisa membawa nama ESQ tetap bertahan di era perubahan cepat ini.

BACA JUGA  Memetik Satu Pelajaran Berharga dari Kisah Singkat Lalat yang Menumpang Unta

Beruntung, pada kesempatan kali ini ESQ mendapat kesempatan untuk mengirimkan 7 orang perwakilannya untuk ikut dalam Development Coaching selama sepekan di Malaysia bersama Dr Shaker Mustafa. Sebagai langkah awal ESQ untuk berbenah diri menghadapi era VUCA. Coaching skill ini tentunya akan saya terapkan dalam lingkungan kantor ESQ. Bagaimana membangun sebuah budaya kantor yang lebih baik lagi, yang pada akhirnya akan membuat para karyawannya betah dan nyaman berada di kantor tanpa merasa disuruh-suruh.

Alhamdulillah, saya sudah mendapatkan Sertifikat IDM International Development Coach yang tidak hanya saya gunakan di lingkungan ESQ saja. Saya berharap ilmu baru yang saya dapatkan mengenai coaching skill ini bisa berguna untuk banyak orang.

Sebagai pemimpin, saya pun harus terus berinovasi agar perusahaan yang saya pimpin saat ini tak tergerus oleh kehadiran VUCA. Untuk itu, saya bersama rekan-rekan ESQ ingin berbagi ilmu yang sudah kami dapatkan dalam coaching course di Malaysia kemarin.

Saya akan meluncurkan ESQ International Coaching Academy di Menara 165 salah satu Coaching Indonesia, Ary Ginanjar Agustian merupakan Pendiri ESQ Leadership Center

BACA JUGA  Sambut Ramadhan Penuh Kesan bersama 7 Training Terbaik dari ESQ

Semoga ilmu yang saya dapat selama coaching, bisa saya bagikan dan bermanfaat bagi ummat dan Negara. ESQ International Coaching Academy adalah sebuah langkah awal bagi Anda agar Anda mempunyai kesiapan menghadapi perubahan di Era VUCA ini.

Tunggu tanggal launchingnya di fanpage ini, Sahabat ESQ

Salam 165

Anda Ingin segera meraih pencapaian tertinggi dalam hidup Anda?
Dapatkan 30 Video Motivasi Gratis dari ESQ 165 melalui email Anda



Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

en_GB
id_ID ms_MY en_GB
Open chat
1
Pagi! Ada yang bisa Kami bantu?
Powered by