Skip to main content

ESQ Sediakan 100 Ribu Tes Talent DNA untuk Dukung Pengembangan Siswa Sekolah Rakyat

Program pemetaan potensi siswa Sekolah Rakyat terus dilanjutkan pada tahun ajaran 2026/2027. Sebagai bentuk dukungan, ESQ Corp menyiapkan sebanyak 100.000 kuota Talent DNA secara gratis guna membantu para siswa mengenali bakat, minat, serta karakter yang dimiliki.

Komitmen tersebut disampaikan Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar, saat bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Menurut Ary, pemetaan talenta menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul menjelaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat mulai dilaksanakan pada 14 Juli 2026 di 19 lokasi dengan jumlah peserta mencapai 5.130 siswa. Pemerintah menargetkan jumlah penerimaan siswa terus meningkat hingga sekitar 45.000 orang pada tahun ini dan lebih dari 100.000 siswa pada tahun berikutnya.

Melalui program Talent DNA, setiap siswa akan memperoleh gambaran mengenai potensi dan kekuatan dirinya sehingga dapat memperoleh pendampingan yang sesuai dengan bakat serta karakter masing-masing. Salah satu peserta, Putri, siswi asal Pontianak, mengaku hasil pemetaan membuatnya lebih memahami kelebihan yang dimiliki dan meningkatkan rasa percaya diri dalam meraih cita-citanya.

ESQ juga memaparkan hasil pemetaan awal terhadap siswa Sekolah Rakyat. Temuan tersebut menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki karakter seperti tulus, menjunjung kesetaraan, perfeksionis, mudah memaafkan, dan mampu menjaga keharmonisan. Sementara itu, beberapa aspek yang masih perlu diperkuat meliputi intuisi, kepercayaan diri, ketegasan, kemampuan memimpin, serta keterampilan dalam menyampaikan gagasan.

Selain pemetaan talenta, ESQ memperkenalkan konsep AI Coaching Talenta Sekolah Rakyat, yaitu pendampingan berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendukung pengembangan potensi siswa secara berkelanjutan. Gagasan ini mendapat apresiasi dari Menteri Sosial yang menilai bahwa setiap siswa di Sekolah Rakyat memiliki nilai dan potensi yang layak untuk terus dikembangkan sesuai keunikan masing-masing.

Sumber : DetikNews

Leave a Reply

Share