was successfully added to your cart.

7 Startup Sukses dari Indonesia

7 Start Up Bisnis Dari Indonesia, Seminar Bisnis, Seminar Digital Marketing, Seminar Karakter Bisnis, Seminar Motivasi Bisnis

Impian dan cita-cita itu hanya bisa diraih, bila kita memiliki motivasi berbisnis yang kuat. Buktinya sudah banyak dilakukan oleh orang-orang sukses dan bahagia di seluruh dunia.

Contohnya Bill Gates, Jack Ma, Steve Job, Elon musk dan masih banyak lagi. Namun dari negara kita juga banyak yang masih muda sudah sukses. Apa yang mereka raih tentu telah melewati berbagai tantangan dan rintangan

Apakah sahabat ESQ ingin memiliki bisnis dan sukses seperti mereka? Jika ya, yuk kita mulai baca 7 contoh startup muda dari Indonesia

Indonesia yang terdiri dari 260jt jiwa penduduk patut berbangga karena memiliki anak muda yang memiliki jiwa bisnis.

Selain itu para anak muda ini bisnisnya patut dibilang sukses.

Siapa yang tidak kenal dengan nama Nadiem Makariem, William Tanuwijaya, Andrew Darwis, Ferry Unardi, Achmad Zaky, Diajeng Lestari, Kevin Mintaraga ?

Nadiem Makarim

Nadiem Makarim, Gojek, CEO Gojek, Seminar Bisnis ESQ, Seminar Digital Marketing

Nah yang ini Nadiem Makarim sebagai Pendiri GO-JEK semakin terkenal seiring dengan ‘booming’ nya nama Go-Jek di Indonesia. Go-Jek merupakan sebuah perusahaan jasa transportasi dengan menggunakan ojek dengan segala kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan kepada penggunanya yang berdiri pada tahun 2011 tapi Nadiem Makarim lebih senang menyebut perusahaan GO-JEK sebagai perusahaan Teknologi. GO-JEK semakin berkembang setelah pada tahun 2014 mendapat suntikan dana dari perusahaan investasi asal singapura yaitu Northstar Group, kemudian perusahaan ojek milik Nadiem Makarim tersebut juga mendapat suntikan dana pada tahun yang sama dari dua perusahaan yakni Redmart Limited dan Zimplistic Pte Ltd.

Kemudian nama GO-JEK makin semakin terkenal pada tahun 2015 ketika merilis aplikasi mobilenya sehingga makin banyak menarik minat pelanggan baru yang menggunakan jasanya. Nadiem Makarim sendiri benar-benar memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kemudahan pelanggan menggunakan jasa GO-JEK nya.

 

Diajeng Lestari

Diajeng Lestari, CEO Hijup, Seminar Bisnis, Seminar Digital Marketing, Seminar Motivasi Bisnis

Diajeng Lestari dilahirkan di Bekasi pada tanggal 17 Januari 1986. Setamat kuliah di tahun 2008 , Diajeng Lestari bekerja di GTZ, yaitu lembaga pemerintahan asal Jerman yang bekerjasama dengan Pemerintahan Indonesia guna meneliti tentang pelayanan public di Indonesia. Kemudian ia pindah ke sebuah perusahaan komersil dan masuk sebagai tim marketing research.

Kesehariannya ia habiskan untuk bekerja selama 8 jam dengan gaji 8jt/bulan. Sebuah angka fantastis dan kehidupan yang sangat nyaman sekali bagi Diajeng Lestari.

Sampai kemudian ia menikah dengan seorang pendiri startup bisnis juga yaitu Achmad Zaky (pendiri SENSOR). Seringnya berinteraksi dengan sang suami membuat Diajeng Lestari terbuka pemikirannya.

Akhirnya Diajeng Lestari memutuskan untuk resign dari perusahaan. Diajeng pun kemudian berfikir untuk membuat sebuah e-commerce yang berbasis fashion muslimah. Ketika ia bekerja, sangat sulit menemukan busana kerja yang Islami. Sedang perusahaan menuntut pegawainya untuk selalu tampil fashionable, bersih dan rapi.

Peluang inilah yang ditangkap oleh seorang Diajeng Lestari. Dimana ketika itu, belum ada situs yang khusus membahas tentang fashion muslimah. Diajeng tidak berkeinginan untuk membuat produk. Karena sebenarnya sudah banyak brand-brand baju muslimah yang terkenal dan bagus-bagus namun tidak tersistem dengan baik.

Diajeng Lestari kemudian mendirikan HijUp.com pada tahun 2011. Konsep dari HijUp.com ini adalah seperti mall namun online, khusus baju-baju Muslimah yang syar’i.

Jadi Diajeng Lestari harus mencari dan meyakinkan produsen busana muslim yang brand sudah kuat , kualitas bagus, dan syar’i.

Dalam perjalanannya membesarkan HijUp.com, banyak sekali lika-liku nya. Awalnya ia mempekerjakan 2 pegawai, yaitu bagian computer dan bagian gudang. Namun selang sehari pegawai bagian computer mengundurkan diri tanpa sebab. Sontak shocklah Mbak Ajeng, namun keputusan sudah diambil, HijUp.com harus terus besar dan terus maju. Akhirnya Mbak Ajeng (Diajeng Lestari) yang harus menghandle semuanya sendiri, mulai dari admin computer, meyakinkan tenant (pemilik brand yang akan diajak kerja sama), sampai model untuk sesi pemotretan pun ia sendiri yang melakukan.

BACA JUGA  ESQ Ajak Media Massa Wujudkan Indonesia Emas 2020

Intinya masa awal-awal membangun HijUp.com itu benar-benar masa perjuangan, gak hanya kerja keras namun juga kerja cerdas dan kerja kuli. Gimana tidak, seorang Diajeng Lestari harus merangkap sebagai direktur , manajer, plus office girl untuk usahanya. Sedangkan bagian IT dibantu oleh suaminya Achmad Zaky yang saat itu juga ada perusahaan IT.

 

Achmad Zaky

Achmad Zaky, CEO Bukalapak, Seminar ESQ Bisnis, Seminar Bisnis Digital Marketing, Semiar Motivasi Bisnis, Seminar ESQ

Achmad Zaky, wah ini pendiri start up yang terkenal di Indonesia, selain sukses beliau terkenal melalui iklan perusahaannya.

Ya perusahaan Bukalapak.com, Ia juga merupakan pendiri sekaligus CEO dari situs e-commerce SENSOR, sebuah perusahaan E-Commerce Indonesia berbasis marketplace C2C yang berfokus pada pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Selama berkuliah, Zaky sering menjuarai beberapa kompetisi tingkat nasional, Salah satunya adalah juara II pada Indosat Wireless Innovation Contest tahun 2007. Ia membuat perangkat lunak yang disebut MobiSurveyor. Perangkat ini berguna untuk melakukan perhitungan cepat dalam sebuah survei. Zaky juga mendapatkan Merit Award pada kompetisi INAICTA (Indonesia ICT Awards) pada tahun 2008.

Bukalapak dianggap berhasil menjadi high impact enterprise di Indonesia melalui bisnis marketplace online. Bukalapak ingin mendorong para UKM agar dapat memanfaatkan teknologi seperti internet untuk dapat memperluas pangsa pasar mereka. Para UKM dapat berjualan secara profesional dengan memanfaatkan platform Bukalapak, dan tentunya dengan sistem yang lebih aman dan terpercaya baik bagi para pelapak maupun para pembeli.

 

Andrew Darwis

Andrew Wijaya, Pendiri FJB Online Kaskus, Seminar Motivasi Bisnis, Seminar Digital Marketing

Bos forum terkenal di Indonesia yang didominasi anak-anak muda. Andrew Darwis ( Pendiri Forum FJB Online Kaskus.co.id ) Sobat zone-klik, bagi para Onliners, siapa yang tidak kenal situs Kaskus.co.id, sebuah Forum FJB terbesar indonesia, Bahkan menempati peringkat 8 Besar Top sites yang paling banyak di kunjungi Versi ALexa.com, suatu Hal yang sangat luar biasa. Nah tahukah siapa Founder pendiri kaskus FJB ini ? Dialah Andrew Darwis lahir 20 Juli 1979 di jakarta merupakan pendiri (founder) komunitas online terbesar di Indonesia, Kaskus lewat situs kaskus.co.id yang sekarang ini mempunyai lebih dari 3 juta member .

Andrew sekarang menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) PT Darta Media Indonesia (Kaskus) sekaligus pemilik (owner) Kaskus Network lewat PT Darta Media Indonesia. Andrew memulai pendidikannya di SD Tarakanita Pluit Jakarta, kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP Tarakanita Pluit Jakarta, setelah lulus SMP kemudian andrew memilih melanjutkan SMA Gandhi National School, Ancol ’98 Jakarta, setelah lulus kemudian Andrew melajutkan studinya di Universitas Bina Nusantara, 1998 jurusan Sistem Informasi.

Setelah berkuliah di Binus, Andrew mencari universitas lain yang ‘mendukung’ hobi barunya. Ia kesulitan menemukan universitas yang cocok di Indonesia, karena kala itu multimedia belum menjadi lahan mata pencaharian umum di Indonesia. Namun akhirnya ia menemukannya melalui informasi seorang teman yang baru pulang dari Amerika. Sebuah universitas bernama Seattle University dinilainya dapat memfasilitasi hasratnya mendalami dunia web programming.

Kemudian ia memilih melanjutkan studinya di luar negeri di Art Institute of Seattle, 1999 – 2003 jurusan Multimedia & Web Design, setelah itu ia melanjutkan masternya di universitas yang sama jurusan Master of Computer Science, Seattle University, tahun 2004 – 2006.

Andrew mendirikan Kaskus pada 6 November 1999. Bermula dari pengalamannya saat menimba ilmu di salah satu universitas terkemuka di Negeri Paman Sam, Seattle University, Program Studi Multimedia & Web Design, Art Institute of Seattle Computer Science di tahun 1999, pria yang disapa Andrew ini terinspirasi membuat website forum komunitas yang bisa di bilang menjadi yang terbesar di Indonesia. “Saat itu saya ditugaskan oleh dosen untuk membuat program dari free software, dari situlah mulai muncul ide membuat website dengan nama Kaskus.” Ujar Andrew yang bekerja di perusahaan lyrics.com saat kuliah di Amerika.

BACA JUGA  Mau Untung Malah Rugi

Berbagai penghargaan juga diterima oleh Andrew di antaranya The Best Indonesian Communities for 2005 and 2006 versi Alexa.com dan Wikipedia, dari Microsoft dengan nominasi Kaskus Indonesia Innovative Top Web Site di tahun 2008, dan dari Indosat dengan nominasi Kaskus The Online Inspiring Award di tahun 2009 Saat ini untuk me-manage Kaskus, Andrew dibantu 30 orang karyawan yang terbagi dalam tim pemasaran (marketing), sales, IT dan kreatif (creative).

Dengan potensi besarnya, kaskus telah lama menjadi lirikan investor asing. Raksasa Google dan Yahoo! Dikabarkan telah menawar kaskus senilai USD 50 juta (sekitar Rp 475 miliar). Tawaran itu ditampik mentah-mentah oleh Andrew. “Sebenarnya kalau ada yang berani membeli USD 60 juta saja, saya lepas,” canda pria kelahiran 20 juli 1979 ini.

 

Kevin Mintaraga

Kevin, Bride Story, Seminar Bisnis, Seminar Digital Marketing, Seminar Motivasi Bisnis

Dari hobinya bermain #game, Kevin berhasil memenangkan sejumlah kompetisi nasional maupun internasional saat duduk di bangku kuliah.

Kevin sempat menemukan fakta bahwa sejumlah startup yang menjalani bisnis di bidang pernikahan memperoleh penghasilannya dari pemasangan iklan yang dilakukan oleh vendor penyedia jasa pernikahan. Model bisnis seperti ini dimodifikasi oleh Kevin agar bisa memberikan sentuhan referensi yang lebih menarik bagi para calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan.

BrideStory mengusung konsep situs direktori pernikahan di mana para calon pengantin bisa memperoleh referensi unik seputar konsep pernikahan. Sejumlah referensi tersebut biasanya berasal dari #Pinterest dan bisa dipilih sesuai dengan kategori atau inspirasi warna yang diminati. Setelah puas menelusuri informasi mengenai referensi yang menarik, maka selanjutnya calon pengantin bisa memperoleh informasi mengenai vendor jasa pernikahan yang menyediakan jasa dengan pilihan tema yang menarik.

Kini BrideStory masih terus mengembangkan fitur dan layanan agar bisa memfasilitasi hubungan antara para calon pengantin dengan keberadaan vendor penyedia jasa pernikahan.

Menjadi CEO di usia kurang dari 30 tahun membuat Kevin menjelma menjadi sosok yang sukses dan sangat inspiratif. Keberhasilannya dalam mengembangkan perusahaan menjadi sebuah tech-startup yang sukses membuatnya banyak memperoleh penghargaan sebagai bentuk apresiasi.

Penghargaan yang pernah diperoleh Kevin antara lain adalah Wira Muda Kreatif Indonesia 2012, finalis International Young Creative Entrepreneur tahun 2010 dan 2012 serta Entreprenur of The Year 2013 dari Ernst and Young’s Prestigious Award. Sejumlah penghargaan tersebut tentu menjadi bukti eksistensi dan dedikasi Kevin Mintaraga di bidang bisnis digital.

Tak jarang kita butuh semangat demi menemukan titik balik kehidupan dan keluar dari zona nyaman kita. Seperti halnya titik balik yang dialami Kevin Mintaraga, akan selalu ada kesempatan bagi kita untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi di kemudian hari

 

Ferry

Ferry Traveloka, Owner Traveloka, Seminar Bisnis, Training Bisnis, Seminar Motivasi Bisnis, Seminar Digital Marketing

Setelah menamatkan pendidikan SMA, Ferry memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Purdue University jurusan Computer Science dan Engineering. Kecintaannya pada dunia teknologi mendorong Ferry segera lulus kuliah di tahun 2008.

Pelayanan yang berkualitas dan berdedikasi menjadi salah satu kunci kesuksesan Traveloka. Berawal dari tim kecil yang beranggotakan 8 orang, kini Traveloka mulai tumbuh menjadi perusahaan besar dengan jumlah karyawan mencapai lebih dari 100 orang untuk beragam divisi seperti maintenance, human resource, customer service serta divisi lainnya. Tidak hanya itu, kini Traveloka juga telah berekspansi dalam penjualan voucher hotel dengan berbagai pilihan serta diskon menarik.

Traveloka memberlakukan sistem e-payment melalu beberapa metode pembayaran seperti kartu kredi atau transfer via ATM. Seluruh proses pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan Traveloka terjamin keamanannya dan berada dibawah lindungan Undang-Undang ITE. Semua proses booking online, entri data serta validasi pembayaran dicantumkan secara lengkap dan rinci di website Traveloka.

BACA JUGA  Merasa Mudah Emosi ? Coba Baca Cerita ini yang Bisa Jadi Pelipur Hati

Kini Traveloka sudah menjelma menjadi salah satu startup terbesar dan teropuler di Indonesia. Menduduki peringkat ke-150 menurut versi Alexa, Traveloka sudah memperoleh puluhan juta page view setiap bulan. Dengan target transaksi 2% hingga 5% dari total page view, Traveloka juga sudah berhasil menarik perhatian para investor seperti East Ventures dan Global Founders Capital. Kedua investor tersebut sudah mulai bekerjasama dengan Traveloka sejak tahun 2012 dan 2013.

 

William Tanuwijaya

William Tanuwijaya, CEO Tokopedia, Seminar Bisnis, Seminar Motivasi Bisnis, Training Digital Marketing,

Pendiri Tokopedia bersama Leontinus Alpha Edison. William Tanuwijaya lahir di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara pada tanggal 18 November 1981. Ia bersekolah hingga SMA di kampung halamannya tersebut, dan selama 18 tahun di kampung halamannya, setelah lulus SMA ia kemudian memberanikan diri untuk berangkat ke ibukota yaitu Jakarta untuk kuliah. Ia diterima di Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta. Selama kuliah, ia rajin mencari pekerjaan sampingan untuk membiayai kuliahnya. Ketika masuk semester dua di kampusnya, ia kemudian bekerja di Warnet dari jam 9 Malam hingga jam 9 pagi.

Ia kemudian mengajak temannya yang bernama Leontinus Alpha Edison untuk mendirikan Tokopedia sebuah startup jual beli online yang menghubungkan penjual dan pembeli diseluruh Indonesia dengan biaya gratis. Untuk membangun tokopedia tersebut, William Tanuwijaya membutuhkan modal besar untuk idenya tersebut, keadaan makin sulit ketika ayahnya divonis penyakit kanker sehingga ia menjadi tulang punggung mencari nafkah untuk keluarga. Sadar bahwa idenya pasti berhasil, ia kemudian berusaha untuk mencari pendanaan atau modal untuk mengembangkan usahanya tersebut belajar dari Google dan Facebook didirikan melalui pendanaan untuk startup melalui perusahaan ventura (pemodal).

Selama dua tahun, ia bekerja keras terus menerus mencari investor untuk membiayai ide ‘Tokopedia’ nya tersebut. Banyak investor yang menanyakan pengalaman William Tanuwijaya dalam berbisnis. Banyak juga yang menganggap bahwa mimpinya terlalu tinggi. Disinilah modal mengenai kepercayaan menurutnya itu sangat penting sebab sangat sulit menurutnya untuk mendapatkan kepercayaan orang lain apalagi untuk memulai bisnisnya tersebut. Semua ia lakukan dari Nol untuk membangun bisnisnya tersebut.

Hingga kemudian usaha William Tanuwijaya selama dua tahun akhirnya membuahkan hasil, tepatnya pada tahun 2009, pada tanggal 6 Februari 2009, Tokopedia milik William Tanuwijaya resmi berdiri dan pada hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2009, Tokopedia resmi diluncurkan ke publik setelah mendapatkan suntikan dana dari pada Investor dan juga bos di tempat kerjanya. Tokopedia bahkan mendapatkan penghargaan sebagai e-commerce terbaik di Indonesia dari Bubu Awards.

Tokopedia terus menerus mendapatkan pendanaan dari tahun ke tahun dari para investor mengingat perkembangannya sangat baik, seperti , East Ventures tahun 2010, CyberAgent Venture di tahun 2011, Beenos di tahun 2012 dan Softbank pada tahun 2013. Tokopedia buatan William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison terus menerus berkembang, bahkan pada akhir tahun 2014, Tokopedia mendapatkan kucuran dana untuk modal sebesar 100 Juta Dollar dari Softbank Internet yang juga memodali Alibaba serta Sequoia Capital yang juga pernah memodali Google dan Apple dan Instagram. William Tanuwijaya kemudian sekarang ini menjadi CEO perusahaan Tokopedia serta Leontinus Alpha Edison menjadi COO Tokopedia. Hingga kini tokopedia terus menerus berkembang pesat berkat usaha pantang menyerah William Tanuwijaya dan rekannya Leontinus Alpha Edison

 


Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dari ESQ 165 Great Character Series dengan like halaman facebook https://www.facebook.com/ESQ165GreatBusiness/

Informasi mengenai Seminar Bisnis ESQ kunjungi GRAND SEMINAR ESQ BISNIS

Update terus ilmu pengetahuan Anda seputar bisnis di BLOG ESQ 165 GREAT BUSINESS

Anda Ingin segera meraih pencapaian tertinggi dalam hidup Anda?
Dapatkan Informasi Training, Tips Menarik dan Artikel Inspiratif dari ESQ 165 melalui email Anda